Kamis, 24 Mei 2012

DATA CURAH HUJAN


LAPORAN PRAKTIKUM MINGGUAN
AGROHIDROLOGI DAN MANAJEMEN DAS
DATA CURAH HUJAN

OLEH
NAMA :     ARDIAN
                                     NIM     :       D1A010066

AGROEKOTEKNOLGI B


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2011/2012










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Data hidrologi khususnya data curah hujan yang diamati pada periode tertentu seringkali tidak tersedia, atau dengan kata lain terdapat data missing. Ketidaktersediaan data tersebut menjadi masalah penting untuk proses pengolahan data selanjutnya. Adanya data missing akan mengurangi informasi yang terkandung pada data.Oleh karena itu,kebutuhan kualitas data hidrologi khususnya data curah hujan untuk perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting.
Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan rata-rata diseluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan wilayah/daerah dan dinyatakan dalam mm.Curah hujan daerah harus diperkirakan dari beberapa titik pengamatan curah hujan.distribusi curah hujan berbeda-beda sesuai dengan waktu yang ditinjau.

B.     Tujuan Praktikum
Adapuntujuan dari praktikum ini adalah
·         untuk mengetahuirata-rata data curah hujan.
·         Untuk mengetahui dan menganalisis data curah hujan daerah
·         Untuk mengetahui potensi erosi suatu daerah berdasarkan curah hujan



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah cueah hujan rata-rata diseluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan wilayah/daerah dan dinyatakan dalam mm. Curah hujan daerah ini harus diperkirakan dari beberapa titik pengamatan curah hujan.Hal yang penting dalam pembuatan rancangan dan rencana adalah distribusi curah hujan. Distribusi curah hujan adalah berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu yang ditinjau yakni curah hujan tahunan (jumlah curah hujan dalam setahun), curah hujan bulanan (jumlah curah hujan sebulan), curah hujan harian ( jumlah curah hujan 24 jam), curah hujan per jam. Dalam studi ini data yang digunakan adalah curah hujan tahunan). Curah hujan jangka pendek dinyatakan dalam intensitas.
 Intensitas curah hujan rata-rata dalam t (hari) dinyatakan dalam rumus sebagai berikut:
I_(t)=R_t/t
Dimana R_t:curah hujan selama 1 hari
Erodibilitas tanah adalah kepekaan tanah terhadap erosi yang dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah seperti permeabilitas, struktur, tekstur, dan bahan.
Indeks curah hujan untuk menentukan erosi ditentukan dengan persamaan dari Bols dan Leinvain. Formulasi dari Leinvain oleh DHV (1989) diperoleh persamaan sebagai berikut :
EI30  =  2,34  R1,98

 




Dimana :

EI30      :  indeks curah hujan untuk menentukan erosi
R         : Curah hujan daerah (mm)

Indeks curah hujan untuk menentukan erosi dengan menggunakan persamaan dari Bols. Formulasi dari Bols (Bols, 1978 dalam Suripin 2004) diperoleh persamaan sebagai berikut :

EI30   =  6,119 (R)1,21  (Days)-0,47 (Pmax)
Dimana :
EI30      :  indeks curah hujan untuk menentukan erosi
R         : Curah hujan daerah (mm)
Days    :  Jumlah hari hujan
P max  :  Curah hujan bulanan













BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A.    TEMPAT DAN WAKTU
Praktikum ini dilakukan dilaboratorium Ilmu Tanah Universitas jambi pada hari jumat tanggal30 maret pukul 10.00-11.30 WIB.

B.     ALAT DAN BAHAN
·         Data curah hujan kabupaten kerinci
·         Laptop

C.     PROSEDUR KERJA
·         Dilakukan analisis data curah hujan sesuai dengan daerah yang ditentukan.
·         Mengetik ulang data curah hujan
·         Penghitungan curah hujan rata – rata dilakukan dengan formula pada Microsoft Excel.
·         Membuat tabel rata-rata curah hujan
·         Mencari jumlah rata-rata curah hujan
·         Curah hujan rata – rata dihitung dengan menggunakan rumus indeks curah hujan Lenvain untuk menentukan erosi (EI30).
·         Curah hujan maksimum dan curah hujan minimum dihitung dengan penjumlahan curah hujan pada tiap bulannya.
·         Dicatat hasil analisis.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   HASIL ANALISIS
Berdasarkan hasil analisa data curah hujan Kabupaten Kerinci 2001 -2010, diperoleh hasil sebagai berikut :
DATA CURAH HUJAN KABUPATEN KERINCI TAHUN 2001 2010
NO
TAHUN
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUNI
JULI
AGS
SEPT
OKT
NOP
DES
TOTAL
CH MAX
CH MIN
1
2001
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
2002
25.3
73.1
161.8
331.9
137
38.9
8.5
43
60.1
38
187.1
193.3
1298
331.9
8.5
3
2003
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
2004
156
83.7
75.6
16
101.7
6.9
134.9
111.4
19
94.4
147.7
87.4
1034.7
156
6.9
5
2005
95.9
129.9
72.3
138.5
77.1
31.5
116.8
19.3
1.2
122.1
87.9
113.3

138.5
1.2
6
2006
159
288
39.5
152.8
103.6
99.4
113.8
42.8
175.6
26.7
226.6
223
1650.8
288
26.7
7
2007
297.3
256.9
135.2
163
186.8
151
82.5
126
122.5
227.4
92.3
194.4
2035.3
297.3
82.5
8
2008
301.9
68.6
162.8
76.2
14.8
25.9
114
145.6
159.3
116.5
88.3
106.5
1380.4
301.9
14.8
9
2009
89.3
66.7
106.8
84.8
32.6
101
13.7
99.5
126.8
96.4
64
151.3
1032.9
151.3
13.7
10
2010
120.7
179.6
424.6
190.9
11
162.1
331.5
308.1
86.4
102.8
121.4
30.3
2069.4
424.6
11
JUMLAH
1245.4
1146.5
1178.6
1154.1
664.6
616.7
915.7
895.7
750.9
824.3
1015.3
1099.5
10501.5
2089.5
165.3
RATA2
124.54
114.65
117.86
115.41
66.46
61.67
91.57
89.57
75.09
82.43
101.53
109.95
1166.83


EI30

32955
27975
29548
28344
9503.5
8195.3
17926
17159
12102
14557
21992
25750
240068




Grafik Curah Hujan Rata – Rata Kabupaten Kerinci 2001 – 2012
 
B.PEMBAHSAN
Setelah melakukan praktikum diketahui bahwa data curah hujan Kabupaten Kerinci tahun 2000 – 2010 bersumber dari Badan Pusat Statistika Jambi. Setelah dilakukan perhitungan curah hujan rata – rata dengan menggunakan rumus Lenvain diperoleh hasil curah hujan rata – rata sebesar 1150,73 mm/tahun dengan indeks curah hujan EI30 sebesar 246008,2 mm/tahun. Curah hujan rata – rata per tahun sebesar 1150,73 mm/tahun menunjukkan bahwa Kabupaten Kerinci tidak berpotensi untuk menimbulkan erosi. Karena curah hujannya rata – rata Kabupaten Kerinci <2000 mm/tahun.




BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapt disimpulkan bahwa
1.      Indeks curah hujan (EI30) di Kabupaten Kerinci adalah sebesar 246008,2/tahun.
2.      Curah hujan rata – rata per tahun sebesar 1150,73 mm/tahun menunjukkan bahwa Kabupaten Kerinci tidak berpotensi untuk menimbulkan erosi. Karena curah hujannya rata – rata Kabupaten Kerinci <2000 mm/tahun.
3.      Erodibilitas tanah adalah kepekaan tanah terhadap erosi yang dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah seperti permeabilitas, struktur, tekstur, dan bahan.






DAFTAR PUSTKA

·         Jambitoday.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar